Ticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


 

Perkuat Karakter Siswa, Dosen dan Mahasiswa PPKn STKIP Muhammadiyah Kalabahi Gelar Penelitian di UPTD SD Negeri Moru II

https://ppkn.stkipmuhkalabahi.ac.id/ – Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) STKIP Muhammadiyah Kalabahi kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Alor. Pada hari Senin, 26 Januari 2026, tim peneliti yang dipimpin oleh Sudarto Lukman Lema, M.Pd, melaksanakan penelitian lapangan bertajuk "Penguatan Pendidikan Karakter Kewarganegaraan Berbasis Kearifan Lokal" di UPTD SD Negeri Moru II.


Foto bersama Kepala Sekolah dan jajaran 

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan merevitalisasi nilai-nilai budaya Alor agar dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran siswa sekolah dasar, guna membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakar pada budaya bangsa.

Integrasi Kearifan Lokal Alor dalam Pembelajaran

Ketua tim peneliti, Sudarto Lukman Lema, M.Pd, menjelaskan bahwa Kabupaten Alor memiliki kekayaan kearifan lokal yang sangat relevan dengan nilai-nilai kewarganegaraan (Civics). Dalam penelitian ini, tim fokus pada beberapa aspek budaya lokal sebagai media penguatan karakter, di antaranya:

  1. Filosofi Tarian Lego-Lego: Tarian adat melingkar sambil bergandengan tangan ini dijadikan model untuk menanamkan nilai Persatuan Indonesia (Sila ke-3). Lego-Lego mengajarkan kekompakan, kesetaraan tanpa memandang status sosial, dan persaudaraan yang erat.

  2. Budaya Gotong Royong: Semangat kerja sama dalam membangun rumah atau membuka kebun yang lazim di Alor, diadaptasi untuk membangun karakter kerjasama dan tanggung jawab siswa di lingkungan sekolah.

  3. Tutur Adat (Cerita rakyat Danau Kurfana) : Penggunaan nasihat-nasihat adat dan cerita Danau Kurfana untuk menanamkan sopan santun dan integritas serta mengandung nilai kebersamaan.

Wawancara dengan guru

Pada sesi wawancara ibu Yublina Heliwati Tanghamap, S.Pd., Gr dan bapak Jakaria Kolly, S.Pd        menuturkan bahwa dengan adanya tantangan globalisasi saat ini kami tetap berupaya untuk                mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran, baik dalam kelas maupun saat hari-hari                besar (Hari Guru dan Hardiknas).

Anak-anak zaman sekarang menghadapi tantangan globalisasi yang luar biasa. Melalui penelitian ini, kami ingin memastikan bahwa siswa di UPTD SD Negeri Moru II memahami bahwa nilai Pancasila itu sebenarnya sudah hidup dalam tradisi nenek moyang mereka, seperti persatuan dalam Lego-Lego, ungkap Sudarto di sela-sela kegiatan.

Sinergi Kampus dan Sekolah

Kedatangan tim peneliti disambut hangat oleh Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Moru II, Ibu Bica Inawati Lakahing, S.Pd., Gr. Beliau mengapresiasi langkah akademisi STKIP Muhammadiyah Kalabahi yang memilih sekolahnya sebagai lokasi riset.

Penyambutan Kepala Sekolah

Kami sangat bersyukur atas kehadiran Pak Sudarto dan para mahasiswa. Penelitian ini memberikan wawasan baru bagi kami para guru tentang bagaimana cara menyisipkan nilai budaya lokal ke dalam materi pelajaran PPKn agar lebih menarik dan mudah dipahami siswa. Ini adalah inovasi yang kami butuhkan," ujar Ibu Bica Inawati.

Penelitian ini melibatkan observasi dan wawancara mendalam. Mahasiswa Prodi PPKn juga turut aktif dalam mewawancarai peserta didik,

Wawancara dengan peserta didik

Diharapkan, hasil dari penelitian ini akan melahirkan modul atau panduan pembelajaran PPKn berbasis kearifan lokal Alor yang dapat diterapkan secara berkelanjutan, tidak hanya di SD Negeri Moru II, tetapi juga di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Alor.

Posting Komentar

0 Komentar